Pangkalan Bun – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotawaringin Barat (KoBar) melaksanakan kunjungan kerja ke SMKN 4 Pangkalan Bun pada Selasa, 27 Oktober 2026. Agenda dalam kunjungan ini adalah untuk memberikan sosialisasi serta pembekalan langsung kepada peserta didik terkait kesiapan memasuki dunia kerja, serta memperkenalkan berbagai program pelatihan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI).
Kendati demikian, pertemuan tatap muka dan sesi sosialisasi bersama para murid belum dapat terlaksana secara langsung pada hari tersebut. Hal ini dikarenakan kegiatan belajar mengajar di SMKN 4 Pangkalan Bun pada hari yang sama terpaksa dialihkan menjadi pembelajaran secara daring (Pembelajaran Jarak Jauh / PJJ). Kebijakan ini diambil demi mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga sekolah menyusul kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Pangkalan Bun dan sekitarnya, yang tengah diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan.
Meskipun sesi tatap muka dengan peserta didik tertunda, pihak manajemen SMKN 4 Pangkalan Bun menyambut baik kunjungan silaturahmi dari jajaran Disnakertrans Kotawaringin Barat. Pertemuan tersebut tetap dimanfaatkan untuk berdiskusi strategis mengenai pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan instansi ketenagakerjaan dalam menjembatani lulusan SMK agar memiliki kompetensi, daya saing, serta wawasan industri yang mumpuni.
Pihak sekolah dan Disnakertrans Kotawaringin Barat sepakat bahwa pembekalan informasi seputar bursa kerja dan pelatihan vokasi sangat krusial bagi peserta didik kelas akhir ( kelas XII ). Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi yang tertunda ini kemungkinan akan dijadwalkan ulang (reschedule) setelah kondisi udara kembali normal dan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah dapat kembali dibuka secara aman.
SMKN 4 Pangkalan Bun terus berkomitmen untuk senantiasa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap kerja, sembari tetap memprioritaskan keselamatan dan kesehatan seluruh peserta didik di tengah situasi darurat lingkungan yang terjadi.
Dokumentasi : Rahmad Minarto, S.Sos
Redaksi / Narasi : Admin


